Mia Maryati - Penulis Kuliner
Mia Maryati
Penulis Kuliner • Author

Ibu rumah tangga & food blogger sejak 2018. Semua resep telah diuji di dapur sendiri. Spesialis camilan tradisional & resep masak kekinian.

Wednesday, 25 March 2020

Berbakti kepada Orang Tua |    Adab dalam berpakaian

Berbakti kepada Orang Tua | Adab dalam berpakaian



Artikel atau teks pidato yang Anda kirimkan sebenarnya sudah memiliki struktur yang baik. Namun, ada beberapa kesalahan ketik (typo), pengulangan kalimat yang kurang efektif, dan inkonsistensi tema pada teks kedua (sempat menyebut "Pentingnya Belajar Shalat" padahal temanya "Adab Berpakaian").

Berikut adalah versi yang sudah diperbaiki agar lebih rapi, komunikatif, dan enak dibaca/didengar saat disampaikan.

Teks 1: Berbakti kepada Orang Tua

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـرَحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـرِيْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي ... أَمَّـا بَعْدُ

Segala puji marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.

Bapak, Ibu, dan teman-teman yang dimuliakan Allah,

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Kewajiban itu telah Allah perintahkan sebagaimana firman-Nya dalam Kitabullah yang mulia:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.” (QS. An-Nisaa: 36).

Kita diwajibkan menghormati mereka, tidak menyusahkan mereka, serta tidak membantah mereka. Bahkan, kita diharamkan untuk sekadar berkata “ah” kepada orang tua apabila diperintah mengerjakan sesuatu.

Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-Israa ayat 23:

فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia.”

Jika kita perhatikan ayat tersebut, perkataan “ah” saja tidak diperbolehkan, maka bagaimana halnya jika kita mengeluarkan kata-kata kasar atau bahkan sampai menyakiti fisik fisik ibu dan bapak kita? Naudzubillah min dzalik. Kita tidak boleh mencontoh perilaku buruk yang sering kita lihat di media sosial atau televisi tentang kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya.

Ingatlah sabda Rasulullah SAW:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ

(Ridlar-rabbi fii ridlal-waalidi, wa sukhthur-rabbi fii sukhthil-waalidi)

“Rida Allah tergantung kepada keridaan orang tua, dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.”

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua termasuk anak-anak yang saleh dan salehah yang berbakti kepada kedua orang tua.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Teks 2: Adab dalam Berpakaian

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـرَحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـرِيْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ Lِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي ... أَمَّـا بَعْدُ

Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Ilahi Rabbi yang telah menjadikan kita sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini, serta atas limpahan kenikmatan yang senantiasa kita rasakan setiap hari. Sholawat dan salam mudah-mudahan tercurahkan kepada Sayyidul Alam, pemimpin umat, Rasulullah Muhammad SAW.

Bapak, Ibu, dan teman-teman yang saya hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan uraian hikmah tentang Adab Berpakaian menurut Islam.

Di dalam setiap sendi kehidupan, adab harus selalu kita junjung tinggi. Baik itu adab makan, minum, bahkan berpakaian pun ada aturannya. Oleh karena itulah, Islam disebut sebagai agama yang beradab dan menuntun umatnya pada kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an (QS. Al-A'raf: 31) yang artinya:

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Ada beberapa adab berpakaian yang perlu kita perhatikan bersama:

  • Pertama: Membaca Basmalah dan Hamdalah

    Saat kita hendak memakai baju, mulailah dengan membaca Bismillah. Begitu pula setelah selesai memakainya atau saat melepasnya, ucapkanlah Alhamdulillah.

    Dimulakan dengan Bismillah, disudahi dengan Alhamdulillah. Begitulah sehari dalam hidup kita, mudah-mudahan dirahmati Allah.

  • Kedua: Menjaga Kebersihan

    Kebersihan pakaian harus selalu diperhatikan. Jangan sampai pakaian sudah satu minggu tidak dicuci tetap dipakai, lalu ditutupi dengan parfum berbotol-botol. Bukannya wangi, baunya malah bercampur dan membuat orang di sekitar kita terganggu.

  • Ketiga: Tidak Berlebihan (Israf) dan Tidak Sombong

    Jangan memakai pakaian hanya untuk pamer atau bermewah-mewahan secara berlebihan yang memicu sifat sombong.

  • Keempat: Tidak Menyerupai Lawan Jenis

    Laki-laki tidak boleh memakai pakaian perempuan, dan perempuan tidak boleh memakai pakaian laki-laki. Pakaian harus disesuaikan dengan kodrat dan tempatnya.

  • Kelima: Menutup Aurat

    Ini adalah aturan yang paling utama. Aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Oleh karena itu teman-teman sekalian, mari kita junjung tinggi adab berpakaian yang telah dianjurkan di dalam Al-Qur'an dan ditetapkan oleh agama Islam.

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ، وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Recent Post 2020