Beragam Sifat dan Respon Penguasa Dunia
Setelah Rasulullah SAW mengutus para sahabat untuk membawa surat dakwah ke berbagai pelosok negeri, respons yang diterima dari para raja dan penguasa sangat bermacam-macam. Ada penguasa yang menyambutnya dengan penuh penghormatan dan memeluk Islam, ada yang membalas secara diplomatis dengan hadiah, namun ada pula yang menolak keras karena kesombongan hingga membunuh utusan Rasulullah SAW.
Merujuk pada karya-karya sirah Nabawiyah tepercaya seperti The Great Episodes of Muhammad SAW karya Dr. Said Ramadhan Al-Buthy serta Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW karya Prof. M. Quraish Shihab, berikut ringkasan tanggapan para raja dunia kala itu:
Rincian Tanggapan Para Pemimpin Dunia
1. Raja Najasyi (Penguasa Abesinia / Ethiopia) — Menerima & Memeluk Islam
Raja Najasyi menyambut utusan Rasulullah SAW, 'Amr bin Umayyah RA, dengan sangat santun dan penuh rasa hormat. Setelah membaca surat tersebut, ia memeluk agama Islam dan membalas surat beliau dengan pengakuan keimanan serta mengirimkan hadiah.
2. Muqauqis (Penguasa Mesir) — Membalas Hormat & Mengirim Hadiah
Muqauqis menyambut sahabat Hatib bin Abi Balta'ah RA dengan ramah. Meskipun belum memeluk Islam, ia membalas surat tersebut dengan sangat hormat dan mengirimkan berbagai hadiah berharga untuk Rasulullah SAW, termasuk dua orang hamba (Maria Al-Qibthiyyah dan Sirin) serta seekor bagal putih (Duldul).
3. Kaisar Heraclius (Penguasa Romawi) — Mengakui Kebenaran namun Khawatir Tahta
Heraclius mempelajari isi surat yang dibawa Dihyah Al-Kalbi RA dan sempat bertanya kepada Abu Sufyan tentang ciri-ciri Nabi Muhammad SAW. Ia mengakui kebenaran kenabian beliau, namun enggan memeluk Islam karena takut kehilangan jabatan dan pertentangan dari rakyatnya.
4. Kisra II / Khusrau (Raja Persia) — Menolak dengan Sombong & Merobek Surat
Ketika surat Rasulullah SAW dibacakan kepadanya oleh sahabat 'Abdullah bin Hudzafah RA, Kisra menjadi sangat marah dan merobek-robek surat tersebut. Menerima kabar ini, Rasulullah SAW mendoakan agar kerajaannya dihancurkan, yang kemudian terbukti beberapa tahun setelahnya.
5. Syurahbil bin 'Amr Al-Ghassani (Gubernur Syam) — Memicu Perang Mu'thah
Penguasa ini melakukan pelanggaran diplomasi terberat dengan membunuh utusan Nabi, Al-Harits bin 'Umair Al-Azdi RA. Peristiwa pembunuhan utusan ini menjadi pemicu terjadinya Perang Mu'thah antara pasukan Muslim dan Byzantium.
💡 Pesan Moral & Hikmah Pembelajaran untuk Anak:
- Kehormatan dan Rendah Hati: Mencontoh keteladanan Raja Najasyi dan Muqauqis yang tetap menghormati tamu dan kebenaran walau berasal dari bangsa lain.
- Bahaya Kesombongan: Sikap sombong Raja Kisra yang merobek surat berujung pada kehancuran kerajaannya sendiri.
- Keteguhan Hati Menghadapi Penolakan: Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tetap bersabar dan teguh menyampaikan kebaikan meskipun menghadapi berbagai reaksi dari orang lain.
