
❤️ Selagi Masih Ada, Sayangilah Orang Tua Kita ❤️
Jangan menunggu penyesalan datang ketika semuanya telah terlambat.
Suatu hari nanti, tanpa bisa kita hindari, akan datang saat di mana ayah dan ibu harus berpisah dengan kita.
Bayangkan jika suatu ketika malaikat maut menjemput mereka. Saat itulah perpisahan yang sesungguhnya akan terjadi.
Ketika orang tua kita telah terbaring kaku tanpa daya... kita tak akan lagi mendengar suara lembutnya, gurauannya yang sederhana, nasihatnya yang penuh kasih, dan doa-doa tulus yang selama ini mengiringi langkah hidup kita.
Ketika orang tua kita diusung menuju pemakaman... ketika jasadnya perlahan diturunkan ke liang lahat... dan tanah mulai menutupinya... itulah saat terakhir mata kita memandang wajahnya di dunia.
Setelah itu, yang tersisa hanyalah sebuah nisan, doa-doa yang kita panjatkan, dan penyesalan yang mungkin datang terlambat.
Mengapa kita merasa selalu sibuk untuk membahagiakan diri sendiri, tetapi lupa meluangkan waktu untuk membahagiakan orang tua?
Saat kita pulang ke rumah, mungkin kamar mereka telah kosong. Yang tersisa hanyalah foto yang terpajang di dinding, pakaian yang masih tergantung, serta kenangan yang tak akan pernah bisa diulang kembali.
Saat itu kita mungkin berkata,
"Seandainya dulu aku lebih sering menemani mereka..."
"Seandainya dulu aku lebih sabar..."
"Seandainya dulu aku lebih banyak membahagiakan mereka..."
Mengapa kita begitu mudah menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, namun terasa berat meluangkan beberapa menit saja untuk berbicara dengan ayah dan ibu?
Mengapa kita begitu perhitungan kepada orang tua, padahal sejak kita lahir mereka tidak pernah menghitung berapa banyak biaya, tenaga, air mata, dan pengorbanan yang telah mereka berikan demi kebahagiaan anak-anaknya?
Selagi mereka masih ada, bahagiakan mereka, hormati mereka, dan doakan mereka setiap hari.
❤️ Jangan Siksa Ibumu dengan Kerinduan ❤️
Doa orang tua adalah salah satu doa yang paling mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Sayangilah mereka selagi masih diberi kesempatan.
🥹 Bagi yang sedang merantau, semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk segera pulang.
Jangan pernah menyiksa ibu dengan kerinduan. Jangan pula membiarkan kedua orang tua menunggu kepulangan kita tanpa kepastian.
Ketika mereka berkata, "Nak, kapan pulang?", jangan selalu menjawab, "Nanti kalau sudah ada waktu." Karena waktu terus berjalan, sedangkan usia mereka tidak akan pernah kembali.
Pekerjaan bisa menunggu.
Kesibukan bisa diatur.
Urusan dunia bisa dicari kembali.
Namun waktu bersama ayah dan ibu tidak akan pernah terulang jika mereka telah tiada.
Ingatlah... Merekalah yang dahulu berjuang mengandung kita selama sembilan bulan. Merekalah yang mempertaruhkan nyawa saat melahirkan. Merekalah yang rela begadang setiap malam ketika kita masih kecil.
Seorang ibu sering menahan lapar agar anaknya bisa makan dengan kenyang. Ia rela memakai pakaian sederhana agar anaknya bisa sekolah dengan layak. Ia menyimpan lelahnya sendiri agar kita tetap tersenyum.
Begitulah kasih sayang seorang ibu. Beliau sering "berbohong", bukan karena ingin menipu, tetapi karena tidak ingin melihat anaknya sedih.
Ketika kita datang menjenguk, ibu justru berkata,
Padahal jauh di dalam hatinya, ia berharap kita tinggal lebih lama, menemaninya berbincang, menggenggam tangannya, dan mengobati rasa rindunya kepada anak yang begitu dicintainya.
Sering kali kita percaya begitu saja pada ucapan itu. Lalu kita kembali bekerja, kembali sibuk mengejar dunia, hingga suatu hari datang kabar yang paling menyakitkan...
Karena itu, selama ayah dan ibu masih hidup, berbaktilah kepada mereka. Luangkan waktu untuk menelepon mereka. Datangi rumah mereka. Peluk mereka. Cium tangan mereka. Mintalah doa mereka setiap hari.
Mereka tidak meminta harta yang banyak. Mereka hanya ingin melihat anak-anaknya datang, tersenyum, dan berkata, "Bu... Pak... Aku pulang."
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku,
sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku dan membesarkanku ketika aku masih kecil."
Karena ketika mereka telah tiada, yang tersisa hanyalah doa, kenangan, dan penyesalan.

.png)

