⊢
Profile
✍
[Object]
⋮

8. Pura Basukian Besakih: Sejarah Cikal Bakal Pura Besakih, Stana Naga Basuki dan Pura Dang Hyang Sidimantra

I GDE RISKI MURDHAKA ✓
Foto Dinas
I GDE RISKI MURDHAKA, S.IP
Bersama BUNDA RISMIA • Verified Profile
SEKSI PEMERINTAHAN, KETENTERAMAN & KETERTIBAN UMUM
KELURAHAN SUKAMANAH • Pemerintah Kota Tasikmalaya
Didukung teknologi AI untuk produktivitas, pengelolaan informasi, dan pengembangan konten digital miablog.web.id.
10+ Tahun
500+ Artikel
AI Digital
📱 Download Aplikasi
© miablog.web.id • Profile Card Premium

Pura Basukian Besakih: Sejarah Cikal Bakal Pura Besakih, Stana Naga Basuki dan Pura Dang Hyang Sidimantra

Dipublikasikan: 24 Okt 2026 | Kategori: Daya Tarik Wisata, Pura Bali, Wisata Spiritual Bali | Oleh: MiaBlog.web.id
Ringkasan: Pura Basukian Besakih adalah cikal bakal atau asal-usul dari kompleks Pura Besakih. Dibangun di tempat Resi Markandeya menancapkan tongkat suci, pura ini menjadi stana Hyang Naga Basuki sebagai penguasa alam tengah dan berkaitan erat dengan kisah pertapaan Dang Hyang Sidimantra.
Pura Basukian Besakih di kaki kanan Pura Penataran Agung Besakih dengan latar Gunung Agung
Pura Basukian Besakih — Terletak di kaki kanan Pura Penataran Agung Besakih, cikal bakal Mother Temple Bali

📍 Lokasi Pura Basukian Besakih

Pura Basukian terletak di kaki kanan atau sebelah timur Pura Penataran Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini berada tidak jauh dari Pura Bangun Sakti dan Pura Pengubengan.

Nama PuraPura Basukian / Pura Basuki / Pura Besikian
LokasiSebelah timur Pura Penataran Agung Besakih, Rendang, Karangasem
StatusCikal bakal atau asal-usul kompleks Pura Besakih
StanaSang Hyang Naga Basuki, manifestasi Bhatara Wisnu sebagai penguasa alam tengah

🏯 Sejarah Cikal Bakal Pura Besakih

Menurut lontar dan prasasti, Pura Basukian merupakan pura pertama yang dibangun di kawasan Besakih. Ada dua versi sejarah yang berkembang:

Resi Markandeya menancapkan tongkat suci cikal bakal Pura Basukian Besakih di lereng Gunung Agung
Resi Markandeya Menancapkan Tongkat Suci — Momen bersejarah cikal bakal Pura Basukian sebagai tanda selamat (basuki) bagi umat

1. Versi Resi Markandeya Abad ke-8

Awalnya berupa tempat suci kecil bernama Pura Basuki yang dibangun oleh Resi Markandeya, tokoh spiritual dari tanah Jawa. Beliau datang ke Bali dengan melakukan tapa dan menancapkan tongkat di lereng Gunung Agung. Di tempat itulah dibangun palinggih dan kemudian diberi nama Pura Basukian yang berarti "selamat" sebagai penghormatan kepada Hyang Naga Basuki.

2. Versi Prasasti Abad ke-13 dan Isaka 85

Ada pula prasasti yang menyebutkan Resi Markandeya membangun Pura Besakih pada abad ke-13, bahkan ada yang menyebut pembangunan sudah dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi.

Fakta Lontar: Dalam Lontar Siwagama disebutkan bahwa Pura Basukian adalah sentral Panca Datu di wilayah Besakih, menjadi Puseh Jagat yang menjaga keseimbangan air dan kesuburan.

📜 Peran Resi Markandeya

Resi Markandeya melakukan perjalanan suci disertai upacara pemercikan tirta. Setelah menemukan lahan yang ditandai cahaya suci, beliau menamakan wilayah tersebut Basukian yang berarti selamat, sebagai simbol bahwa siapa pun yang datang dengan hati tulus akan mendapat perlindungan Sang Hyang Widhi.

🐉 Stana Naga Basuki dan Tri Naga Besakih

Pura Basukian adalah stana dari Sang Hyang Naga Basuki, sering dikaitkan sebagai simbol keseimbangan air dalam siklus alam, kesuburan dan kemakmuran.

Ilustrasi Naga Basuki penguasa alam tengah di Pura Basukian Besakih dengan latar Pura Besakih dan Gunung Agung
Stana Naga Basuki — Penguasa alam tengah di Pura Basukian, manifestasi Bhatara Wisnu, penjaga keseimbangan air dan kesuburan

Naga Basuki merupakan bagian dari Tri Naga penjaga Besakih yang melengkapi kosmologi:

  • Pura Bangun Sakti - stana Naga Ananta Boga sebagai penguasa alam bawah
  • Pura Basukian - stana Naga Basuki sebagai penguasa alam tengah, manifestasi Bhatara Wisnu
  • Pura Pengubengan - stana Naga Taksaka sebagai penguasa alam atas

Ketiga naga ini kemudian dipercaya bertemu di Pura Goa Raja Besakih.

🧘 Kaitan dengan Dang Hyang Sidimantra dan Goa Raja

Pura Basukian tidak bisa dilepaskan dari kisah Dang Hyang Sidimantra. Dalam perjalanannya ke Besakih, Dang Hyang Sidimantra sering melakukan persembahan kepada Hyang Naga Basuki di Goa Raja berupa empahan (susu), madu dan telur pada hari-hari tertentu.

Di Goa Raja inilah terjadi kisah terkenal Dang Hyang Manik Angkeran memotong ekor Naga Basuki karena tergoda harta kesaktian, sehingga dibakar hingga meninggal, lalu dihidupkan kembali setelah Dang Hyang Sidimantra berhasil memasang kembali ekor naga tersebut.

🏗 Struktur dan Fungsi Pura Basukian

  • Sebagai Puseh Jagat, sentral Panca Datu wilayah Besakih
  • Sebagai tempat memohon penyucian diri dan keselamatan (basuki = selamat)
  • Sebagai tempat mengeluarkan benda-benda mahamertha atas restu Bhatara Basuki (melalui Pura Goa Raja)

✨ Daya Tarik Wisata Spiritual

Wisatawan yang berkunjung ke Pura Basukian akan mendapatkan pengalaman berbeda dari Penataran Agung yang ramai: tempat paling tepat untuk memahami asal-usul Besakih, suasana lebih hening untuk meditasi, dan melengkapi rangkaian Tri Naga.

Tips Berkunjung: Karena berada satu kawasan dengan Pura Agung Besakih, kamu bisa sekalian mengunjungi Pura Tirta Pingit untuk melukat dan Pura Pengubengan Besakih untuk melengkapi konsep Tri Naga.

❓ FAQ Pura Basukian Besakih

Apa itu Pura Basukian?

Pura Basukian adalah cikal bakal atau asal-usul dari kompleks Pura Besakih, terletak di sebelah timur Penataran Agung, sebagai stana Hyang Naga Basuki.

Siapa yang berstana di Pura Basukian?

Sang Hyang Naga Basuki, manifestasi Bhatara Wisnu, sebagai penguasa alam tengah dan simbol air serta kesuburan.

✨ Kesimpulan

Pura Basukian Besakih adalah kunci untuk memahami sejarah Besakih. Bukan hanya sebagai stana Naga Basuki, tetapi juga sebagai bukti perjalanan spiritual Resi Markandeya dan Dang Hyang Sidimantra yang membentuk identitas Mother Temple of Bali.

💬 Komentar

Dirancang oleh: miablog.web.id
Ditulis oleh: I Gde Riski Murdhaka, S.IP. & Mia Maryati, A.Md.
Dikembangkan dengan bantuan: Meta AI — Referensi: https://www.miablog.web.id/2026/08/metta-ai.html

#PuraBasukianBesakih #CikalBakalPuraBesakih #PuraBesakih #NagaBasuki #DangHyangSidimantra #ResiMarkandeya #MotherTempleBali #TriNagaBesakih #PuraBali #WisataSpiritualBali #DayaTarikWisata #MiaBlog