8. Pura Basukian Besakih: Sejarah Cikal Bakal Pura Besakih, Stana Naga Basuki dan Pura Dang Hyang Sidimantra
✓
KELURAHAN SUKAMANAH • Pemerintah Kota Tasikmalaya
Pura Basukian Besakih: Sejarah Cikal Bakal Pura Besakih, Stana Naga Basuki dan Pura Dang Hyang Sidimantra
📍 Lokasi Pura Basukian Besakih
Pura Basukian terletak di kaki kanan atau sebelah timur Pura Penataran Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini berada tidak jauh dari Pura Bangun Sakti dan Pura Pengubengan.
🏯 Sejarah Cikal Bakal Pura Besakih
Menurut lontar dan prasasti, Pura Basukian merupakan pura pertama yang dibangun di kawasan Besakih. Ada dua versi sejarah yang berkembang:
1. Versi Resi Markandeya Abad ke-8
Awalnya berupa tempat suci kecil bernama Pura Basuki yang dibangun oleh Resi Markandeya, tokoh spiritual dari tanah Jawa. Beliau datang ke Bali dengan melakukan tapa dan menancapkan tongkat di lereng Gunung Agung. Di tempat itulah dibangun palinggih dan kemudian diberi nama Pura Basukian yang berarti "selamat" sebagai penghormatan kepada Hyang Naga Basuki.
2. Versi Prasasti Abad ke-13 dan Isaka 85
Ada pula prasasti yang menyebutkan Resi Markandeya membangun Pura Besakih pada abad ke-13, bahkan ada yang menyebut pembangunan sudah dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi.
📜 Peran Resi Markandeya
Resi Markandeya melakukan perjalanan suci disertai upacara pemercikan tirta. Setelah menemukan lahan yang ditandai cahaya suci, beliau menamakan wilayah tersebut Basukian yang berarti selamat, sebagai simbol bahwa siapa pun yang datang dengan hati tulus akan mendapat perlindungan Sang Hyang Widhi.
🐉 Stana Naga Basuki dan Tri Naga Besakih
Pura Basukian adalah stana dari Sang Hyang Naga Basuki, sering dikaitkan sebagai simbol keseimbangan air dalam siklus alam, kesuburan dan kemakmuran.
Naga Basuki merupakan bagian dari Tri Naga penjaga Besakih yang melengkapi kosmologi:
- Pura Bangun Sakti - stana Naga Ananta Boga sebagai penguasa alam bawah
- Pura Basukian - stana Naga Basuki sebagai penguasa alam tengah, manifestasi Bhatara Wisnu
- Pura Pengubengan - stana Naga Taksaka sebagai penguasa alam atas
Ketiga naga ini kemudian dipercaya bertemu di Pura Goa Raja Besakih.
🧘 Kaitan dengan Dang Hyang Sidimantra dan Goa Raja
Pura Basukian tidak bisa dilepaskan dari kisah Dang Hyang Sidimantra. Dalam perjalanannya ke Besakih, Dang Hyang Sidimantra sering melakukan persembahan kepada Hyang Naga Basuki di Goa Raja berupa empahan (susu), madu dan telur pada hari-hari tertentu.
Di Goa Raja inilah terjadi kisah terkenal Dang Hyang Manik Angkeran memotong ekor Naga Basuki karena tergoda harta kesaktian, sehingga dibakar hingga meninggal, lalu dihidupkan kembali setelah Dang Hyang Sidimantra berhasil memasang kembali ekor naga tersebut.
🏗 Struktur dan Fungsi Pura Basukian
- Sebagai Puseh Jagat, sentral Panca Datu wilayah Besakih
- Sebagai tempat memohon penyucian diri dan keselamatan (basuki = selamat)
- Sebagai tempat mengeluarkan benda-benda mahamertha atas restu Bhatara Basuki (melalui Pura Goa Raja)
✨ Daya Tarik Wisata Spiritual
Wisatawan yang berkunjung ke Pura Basukian akan mendapatkan pengalaman berbeda dari Penataran Agung yang ramai: tempat paling tepat untuk memahami asal-usul Besakih, suasana lebih hening untuk meditasi, dan melengkapi rangkaian Tri Naga.
❓ FAQ Pura Basukian Besakih
Pura Basukian adalah cikal bakal atau asal-usul dari kompleks Pura Besakih, terletak di sebelah timur Penataran Agung, sebagai stana Hyang Naga Basuki.
Sang Hyang Naga Basuki, manifestasi Bhatara Wisnu, sebagai penguasa alam tengah dan simbol air serta kesuburan.
✨ Kesimpulan
Pura Basukian Besakih adalah kunci untuk memahami sejarah Besakih. Bukan hanya sebagai stana Naga Basuki, tetapi juga sebagai bukti perjalanan spiritual Resi Markandeya dan Dang Hyang Sidimantra yang membentuk identitas Mother Temple of Bali.
Dirancang oleh: miablog.web.id
Ditulis oleh: I Gde Riski Murdhaka, S.IP. & Mia Maryati, A.Md.
Dikembangkan dengan bantuan: Meta AI — Referensi: https://www.miablog.web.id/2026/08/metta-ai.html