14. Sejarah Dang Hyang Nirartha, Keunikan, dan Jam Terbaik Sunset
✓
KELURAHAN SUKAMANAH • Pemerintah Kota Tasikmalaya
Pura Tanah Lot Bali: Sejarah Dang Hyang Nirartha, Keunikan, dan Jam Terbaik Sunset
📜 Sejarah Dang Hyang Nirartha dan Tanah Lot
Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra adalah pendeta besar dari Jawa yang datang ke Bali pada abad ke-16 untuk menyebarkan ajaran Hindu. Dalam perjalanan spiritualnya mengelilingi Bali (Dharmayatra), beliau menemukan batu karang besar di tengah laut di Desa Beraban, Tabanan.
Melihat keindahan tempat tersebut, Nirartha bermeditasi dan mendapat petuah untuk membangun pura di atas batu karang tersebut sebagai Pura Segara penjaga Bali dari arah barat laut. Pura ini diberi nama Tanah Lot yang berarti tanah di tengah laut (Lot = laut).
Konon, kepala desa Beraban yang tidak suka dengan kehadiran Nirartha mengusirnya, tetapi dengan kesaktiannya, Nirartha memindahkan batu karang tersebut ke tengah laut dan menciptakan ular-ular suci dari selendangnya untuk menjaga pura.
✨ Keunikan Pura Tanah Lot
1. Pura di Atas Batu Karang Tengah Laut
Tidak seperti Pura Agung Besakih yang berada di Gunung Agung atau Pura Basukian di kaki gunung, Tanah Lot berada di atas batu karang yang terpisah dari daratan saat air pasang. Saat air surut, wisatawan bisa mendekat hingga ke bawah pura.
2. Sumber Air Tawar di Tengah Laut Asin
Di bawah pura terdapat sumber mata air tawar yang disebut Tirta Pabersihan yang keluar dari celah batu karang di tengah air laut asin. Air ini dipercaya suci untuk melukat dan tidak pernah kering meski dikelilingi air laut.
3. Pura Segara Penjaga Keseimbangan
Tanah Lot adalah salah satu dari 7 Pura Segara yang menjaga Bali dari laut. Dalam kosmologi, jika Besakih menjaga gunung, maka Tanah Lot menjaga laut agar pulau Bali seimbang.
🐍 Misteri Ular Suci Tanah Lot
Di gua di bawah pura hidup ular suci Tanah Lot yang berwarna hitam putih. Ular ini dipercaya sebagai jelmaan selendang Dang Hyang Nirartha yang menjaga pura dari kejahatan dan orang berniat buruk.
Ular ini sangat jinak dan hanya keluar saat ada upacara besar. Wisatawan bisa melihatnya di gua ular suci di sebelah barat pura, dengan memberi donasi sukarela dan mendapat percikan tirta dari pemangku.
🌅 Jam Terbaik Sunset di Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot disebut sebagai sunset terbaik di Bali. Berikut jam terbaik:
🎫 Tiket Masuk & Fasilitas
- Tiket Domestik: Rp 30k, WNA Rp 60k, parkir motor Rp 5k, mobil Rp 10k.
- Jam Buka: 07.00 - 19.00 WITA, tetapi untuk sunset bisa hingga 19.30.
- Fasilitas: Toilet bersih, restoran sunset view, toko suvenir, tempat sewa kamen Rp 10k.
- Larangan: Dilarang naik ke pura utama (hanya untuk sembahyang), dilarang berenang di sekitar pura karena ombak besar.
Patuhi etika masuk pura di Bali yang sudah kami bahas: pakai kamen, selendang, dan jangan menginjak canang.
💡 Tips Wisata Spiritual di Tanah Lot
- Datang 1 jam sebelum sunset untuk dapat spot terbaik dan sembahyang dulu di Pura Batu Bolong di sebelahnya.
- Bawa kamera dengan lensa wide untuk menangkap pura + sunset + batu karang sekaligus.
- Setelah sunset, mampir ke Pasar Seni Tanah Lot untuk beli kerajinan.
- Lanjutkan perjalanan ke 7 Pura Paling Sakral di Bali lainnya seperti Uluwatu yang juga peninggalan Dang Hyang Nirartha.
- Cek waktu terbaik melukat berdasarkan kalender Saka jika ingin melukat dengan Tirta Pabersihan Tanah Lot.
❓ FAQ Pura Tanah Lot
Dang Hyang Nirartha, pendeta besar dari Jawa pada abad ke-16 yang melakukan Dharmayatra ke Bali dan membangun pura-pura segara.
Tidak boleh untuk wisatawan umum. Hanya pemangku dan yang sembahyang dengan pakaian adat lengkap dan sudah mendapat izin yang boleh naik ke pura utama.
Ular laut hitam putih yang dipercaya jelmaan selendang Dang Hyang Nirartha untuk menjaga pura. Berada di gua di bawah pura dan dianggap suci.
Antara 17.30 - 18.15 WITA adalah puncak sunset. Datang dari jam 16.00 untuk dapat spot dan menikmati golden hour.
✨ Kesimpulan
Pura Tanah Lot Bali bukan hanya tentang sunset indah, tetapi tentang warisan spiritual Dang Hyang Nirartha yang menjaga keseimbangan pulau Bali dari sisi laut. Keunikan pura di atas batu karang, sumber air tawar di tengah laut asin, dan ular suci menjadikannya pura segara paling magis di Bali.
Jika kamu sudah mengunjungi Mother Temple Pura Agung Besakih dan memahami konsep Tri Naga di Pura Basukian Besakih, maka Tanah Lot melengkapi perjalananmu dari gunung ke laut — dari hulu ke hilir dalam konsep Hindu Bali.
Dirancang oleh: miablog.web.id
Ditulis oleh: I Gde Riski Murdhaka, S.IP. & Mia Maryati, A.Md.
Dikembangkan dengan bantuan: Meta AI — Referensi: https://www.miablog.web.id/2026/08/metta-ai.html