Showing posts with label DalangWayang. Show all posts
Showing posts with label DalangWayang. Show all posts
Wayang Golek Bima Murka

Wayang Golek Bima Murka

Dalang Wayang. Asep Sunandar Sunarya
SINOPSIS
Wayang Golek Bima Murka,Diceritakan di dusun Tumaritis, dusun yang masuk wilayah Madukara, masih dalam distrik negara Amarta Semar Badranaya sedang menyerahkan nasihat untuk kedua anaknya, Cepot dan Dawala.

Tidak lama lantas muncul regu tamu dari Astina yang dipimpin Resi Drona, muncul pula Aswatama, Jaya Wikata, dan sebagian semua Kurawa.

Para Kurawa bermaksud meminta tolong kepada Semar untuk dapat memberikan cara supaya hulu air pancuran Talaga Arum dapat kembali menerbitkan air kembali, yang pada saat tersebut sedang dalam keadaan kering

yang mengalirkan ke sungai yamuna yang bermuara ke ulu sungai ganga Semar tidak dapat menjawab permintaan semua Kurawa, sebab memang tidak tahu jawabannya Para Kurawa marah lantas terjadilah perkelahian antara semua Kurawa dengan Cepot dan Dawala. Cepot dan Dawala dilempar jauh.

Tidak jauh dari situ muncullah sesosok satria tampan, yang bernama Bambang Ludira Suta dari Pesantren Kenali Sabda hendak berangkant ke lokasi tinggal Semar Alangkah kagetnya satria tersebut ketika tubuh Cepot dan Dawala yang dilempar semua Kurawa jatuh tepat dihadapannya. Siapakah sebetulnya Bambang Ludira Suta

Tidak lepas dari bodoran cepot dan buta khas Asep Sunandar Sunarya, wayang golek Bima Murka sarat dengan Petuah bermampat,seru kocak dan menghibur

Recent Post 2020
Cerita Wayang Golek Bambang Purba Ningrat

Cerita Wayang Golek Bambang Purba Ningrat



Dalang Wayang. Asep Sunandar Sunarya
SINOPSIS
Cerita Wayang Golek Bambang Purba Ningrat Menceritakan Kisah Arwah Penasaran Pandu Dewanata Dan Dewi Madrin Yang Berubah Wujud Menjari Bangsa Denawa Demi Menyelamatkan Keturunan Nya Dari Perang Soudara Antara Pandawa Dan Kurawa

Dian Menyamar Jadi Resi Dan Membuka Padepokan Di sebuah Desa Kecil Di Temani Sang Murid Yang Bernama Bambang Purba Ningrat Namun Padepokan Nya Di Katagorikan Aliran Sesat Oleh Bangsa Kurawa Dan Pandawa

Pada Suatu Hari Sang Reusi Kedatang Guru Dorna Yang Berniat Ingin Membubarkan Padepokan Nya Dan Paham - Paham Yang Di Ajarkan Padepokan Tersebut

Namun Sang Reusi Tetap Pada Pendirian Nya Sehingga Timbul Keributan Kecil Antara Guru Dorna Dan Sang Murid Yang Bernama Bambang Purba Ningrat, Namun Guru Dorna Kalah Dalam Pertarungan Tersebut Dan Diapun Pulang Ke Negaranya Untuk Meminta Bala Bantuan

Singkat Cerita Kabar Padepokan Sesatpun Sampai Terdengak Ketelinga Semar Dan Cepot, Dan Diapun Segera Bertemu Dengan Pimpinan Padepokan Tersebut, Lalu Semar Melihat Ada Yang Lain Dari Diri Sang Reusi Bahwa Wujud Reusi Adalah Jelmaan Pandu

Dan Semar pun Menyuruh Untuk Segera Pergi Dan Memberi Saran Agar Membiar Kan Kejadian Tersebut Sudah Takdir Dari Ilahi Dan Tidak Seorang Pun Dapat Mencegah Nya Sekian Cerita Wayang Golek Kali Ini, Tunggu Kisah Kisah Lainya

HALAMAN UTAMA



Recent Post 2020
Asep Sunandar Sunarya : Lahir dan Besar Tanpa Nama

Asep Sunandar Sunarya : Lahir dan Besar Tanpa Nama


Dalang Wayang. Asep Sunandar Sunarya, bukan nama aslinya. Beliau adalah putra ke Tujuh dari 13 bersaudara dari pasangan Abeng Sunarya dan Tjutjun Jubaedah. Ia lahir di Bandung pada Tanggal 3 September 1955. Berbeda dengan dalang lainnya, Asep Sunandar Sunarya adalah Maestro Dalang Wayang Golek yang pernah dimiliki Indonesia.

Asep Sunandar Sunarya : Lahir dan Besar Tanpa Nama 


Ada cerita yang sangat unik pada saat kelahiran dalang satu ini, dimana sang Ibunda sebelumnya pernah bermimpi dimana Ibunda seperti mendapat pesan kalau dia melahirkan anak ke-7, maka anak tersebut tidak boleh diberi nama. Dan ternyata bayi ke Tujuh itu adalah Ki Asep Sunandar Sunarya.

Cerita pemberian nama berawal ketika ternyata Bayi Ki Asep Sunandar diberikan kepada Bibinya yang kebetulan belum memiliki momongan. Sehingga beliau dibesarkan oleh Bibinya. Kala itu sang bibi bingung harus memanggilnya apa, sehingga muncul lah ide untuk memanggalnya Sukana, yang berarti sesukanya, sedangkan nama Asep merupakan panggilan masyarakat Sunda untuk anak laki-laki. Maka sejak saat itu Bayi tanpa nama itu dipanggil Asep Sukana Sunarya.

Setelah 16 tahun, Sukana baru diberi tahu siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya. Kala itu Bibi yang mengasuh dan membesarkan Sukana mengantarnya dan menjelaskan sejarah kelahiran Sukana kepada orang tua aslinya. Dan semenjak itu, Sukana yang mulai menggemari dunia wayang sering belajar ilmu pewayangan dan pedalangan kepada sang Ayah yang juga merupakan dalang wayang golek. Hingga suatu ketika, Sang ayah mengganti nama Sukana menjadi Sunandar, sehingga sampai sekarang beliau dikenal sebagai Asep Sunandar Sunarya.
======================================
YUKS KITA SAKSIKAN
* Cerita Wayang Golek Bambang Purba Ningrat
*
======================================
Asep Sunandar Sunarya : Prestasi
Sebagai salah satu penggiat wayang golek kala itu, Ki Asep Sunandar meraih banyak sekali penghargaan diantaranya :

  • 1978 dan 1982 : Asep Sunandar Sunarya berhasil meraih juara Dalang Pinilih I tingkat Jawa Barat pada Binojakrama padalangan di Bandung 
  • 1986 : Asep Sunandar Sunarya didaulat oleh pemerintah sebagai duta kesenian, untuk terbang ke Amerika Serikat 
  • 1993 : Asep Sunandar Sunarya diminta oleh Institut International De La Marionnette di Charleville, Perancis, sebagai dosen luar biasa selama dua bulan, dan diberi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis. 
  • 1995: mendapat penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan. 
Selain itu banyak sekali prestasi yang pernah diraih oleh Ki Asep Sunandar yaitu dengan beberapa kali menggelar pentas di Luar negeri seperti : Inggris, Belanda, Swiss, Perancis, dan Belgia.

Asep Sunandar Sunarya : Cerita Cinta
Untuk urusan rumah tangga, sepertinya cerita Ki Asep Sunandar kurang begitu indah, beliau berkali-kali mengalami kegagalan membangun bahtera rumah tangga.


  • Pernikahan Pertama : Pada umur 17 Asep Sunandar Sunarya menikah dengan wanita bernama Euis Garnewi (16 tahun) seorang Pesinden juga anak seorang Camat dan dikaruniai 1 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki yaitu: Mae Saroh, Dadan Sunandar, dan Dani. Namun nasib tak bisa ditolak, perkawinan mereka hanya bertahan hingga 7 tahun, meraka pun sepakat untuk bercerai secara baik-baik.
  • Pernikahan Kedua : Pada umur 23 tahun Asep menikah dengan Elas Sulastri (18tahun) seorang Gadis asal Lembang Jawa Barat dan dikarunia 1 orang anak lakii-laki dan 2 orang anak perempuan yaitu: Dinar Mustika, Elin, dan Gina Tridasanti. Namun, lagi-lagi pernikahannya dengan Elas kandas ditengah jalan. Usia pernikahannya dengan Elas Sulastri hanya berlangsung 6 tahun saja.   Pernikahan Ketiga : Pada usia 29 tahun Asep menikah lagi dengan Ati (20tahun) seorang Gadis asal Rancaekek, Bandung Jawa Barat dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Cipta Dewa.    
  • Pernikahan Keempat: Pada umur 29 tahun juga Asep menikah lagi dengan Sumirat, gadis asal Cangkuang sebagai istri kedua dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberinama Gunawan Wibiksana.    
  • Pernikahan kelima : Pada Usia 31 tahun Asep menikah dengan gadis cantik dari Cianjur Kadupandak yang bernama Nenah Hayati yang kala itu baru berusia 15 tahun. Karena pernikahan ini maka kedua istrinya meminta perceraian. Bersama Nenah Hayati lahirlah 6 orang anak laki-laki: Batara Sena, Gysta Gumilar Agustina, Yogaswara Sunandar, Sunan Purwa Aji, Aria Sadewa, dan Maulana Yusuf. Hingga saat ini hanya satu istri yang hidup serumah dengan Asep.

Itulah kisah percintaan pribadi seorang Asep Sunandar Sukarya, jalan kehidupan memang penuh misteri apalagi bila berbicara yang namanya Cinta. Damai di Surga Ki Asep Sunandar Sunarya, Cepotmu akan selalu menghibur kami.

Recent Post 2020

Translate