Keutamaan dan Adab-Adab Ta'lim wa Ta'lum Dalam Kehidupan Sehari-hari
Ta'lim wa Ta'lum adalah amalan yang sangat penting untuk dihidupkan, baik secara berjamaah di masjid maupun bersama anggota keluarga di rumah. Amalan ini merupakan salah satu tradisi ilmu yang dihidupkan sejak zaman Rasulullah SAW di Masjid Nabawi.
Maksud dan Tujuan Ta'lim wa Ta'lum adalah untuk meningkatkan semangat (jazbah) beramal dalam diri setiap muslim. Hal ini dicapai melalui pembacaan firman-firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW yang menerangkan keutamaan suatu amalan serta ancaman jika meninggalkannya.
Fadhilah (Keutamaan) Majelis Ta'lim wa Ta'lum
Berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan As-Sunnah, terdapat 4 keutamaan utama dalam menghadiri majelis ilmu:
- Mendapatkan Sakinah (ketenangan jiwa).
- Dicucuri rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT.
- Dinaungi dan dikerumuni oleh para malaikat.
- Dibangga-banggakan oleh Allah SWT di hadapan majelis para malaikat-Nya.
Dalil Hadis tentang Majelis Ilmu
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mepelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan (sakinah), mereka akan diliputi rahmat, dikerumuni oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya."
(H.R. Muslim No. 2699 dan Abu Dawud No. 1455)
Adab-Adab Majelis Ta'lim wa Ta'lum
1. Adab Lahiriyah
- Berwudhu dan bersuci terlebih dahulu.
- Duduk dengan tenang (diutamakan duduk iftirasy).
- Memakai wangi-wangian yang harum (bagi laki-laki).
- Duduk rapat dan rapi mengisi barisan depan.
2. Adab Batiniyah
- Ta'zhim wal Ihtiram: Mengagungkan dan memuliakan firman Allah serta sabda Nabi.
- Tashdiq wal Yaqin: Membenarkan dan meyakini sepenuh hati apa yang disampaikan.
- Ta'atsur fil Qalbi: Merasakan kesan mendalam di dalam hati.
- Niyatul 'Amal wa Tabligh: Berniat kuat untuk mengamalkan dan menyampaikannya kepada orang lain.
Selain itu, hendaknya hati senantiasa tawajuh (menghadap) dan tawadhu' (rendah hati) kepada Allah SWT. Ketika mendengar firman Allah atau hadis Nabi SAW, hadirkan perasaan seolah-olah Allah SWT atau Rasulullah SAW sendiri yang sedang berbicara langsung kepada kita.
- Nama Allah SWT disebut ➔ Ucapkan Subhanahu wa Ta'ala (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى) atau 'Azza wa Jalla.
- Nama Rasulullah SAW disebut ➔ Ucapkan Sallallahu 'Alaihi wa Sallam (صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).
- Nama Sahabat Nabi disebut ➔ Ucapkan Radhiyallahu 'Anhu (pria) atau Radhiyallahu 'Anha (wanita).
- Nama Nabi/Malaikat disebut ➔ Ucapkan 'Alaihissalam (عَلَيْهِ السَّلَامُ).
*Semua lafazh di atas diucapkan secara pelan (sirri).
Di akhir majelis ta'lim, para pendengar (mustami') diajak untuk bertekad mengamalkan serta menyampaikan ilmu yang diperoleh. Majelis kemudian ditutup dengan membaca doa Kafaratul Majelis:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
"Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."
📌 Daftar Isi & Navigasi Panduan Shalat
BAB 1: Kepentingan Shalat
- Keutamaan Shalat
- Ancaman dan Celaan Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat
BAB 2: Shalat Berjamaah
BAB 3: Khusyu' dan Khudhu' dalam Shalat
- Beberapa Ayat Al-Qur'an tentang Shalat
- Kisah Kehidupan Orang-Orang Wara'
- Kutipan Hadits Pilihan
- Hal-Hal yang Dianjurkan Saat Mendirikan Shalat
- Makna dan Arti Lafazh-Lafazh Dalam Shalat
- Contoh Shalat Para Sahabat, Tabi'in, dan Ahli Sufi
- Permohonan Terakhir
