Search This Blog



KONDISI EKONOMI KOTA TASIKMALAYA

KONDISI EKONOMI KOTA TASIKMALAYA
KONDISI EKONOMI
a. Potensi Unggulan Daerah
Sebagian besar pusat bisnis, pusat perdagangan dan jasa, dan pusat industri di Priangan Timur berada di Kota Tasikmalaya. Wilayah Priangan Timur ini mencapai hampir seperlima dari total keseluruhan wilayah Jawa Barat, itu artinya hampir seperlima dari pusat perekonomian yang ada di Jawa Barat berada di Kota Tasikmalaya. Oleh karena itu, sangat cocok bagi para investor baik di sektor perhotelan, sarana dan prasarana, serta pusat perbelanjaan untuk menanamkan modalnya di Kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya merupakan salah satu kota yang memberikan peluang yang besar bagi para investor untuk melakukan  usahanya, karena didukung dengan jumlah penduduk sekitar 685 ribu sehingga sangat potensial untuk dijadikan faktor produksi dan pangsa pasar investasi. 


Kota Tasikmalaya terletak di jalur utama selatan Pulau Jawa di wilayah Provinsi Jawa Barat. Kota Tasikmalaya juga memiliki perkembangan yang lebih baik dibandingkan kota-kota besar lainnya yang cenderung stagnan atau jalan di tempat tanpa ada pembangunan yang berarti atau signifikan. Oleh karena itu, para investor baik itu investor lokal maupun asing yang akan menanamkan modalnya perlu melirik Kota Tasikmalaya sebagai salah satu kota yang sangat potensial dan strategis untuk mengembangkan usaha. Bagi para investor lokal yang akan melakukan ekspansi atau perluasan cabang dapat menjadikan kota ini sebagai salah satu pilihan terbaik. Bagi investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia, kota ini dapat dijadikan basis usaha baru.

Di Indonesia, kawasan potensial saat ini harus dikembangkan ke daerah-daerah sehingga pembangunan dapat lebih merata, saat ini kawasan industri hanya terpusat di Jabodetabek, Surabaya, Semarang dan Bandung, hal ini dapat menyebabkan kawasan tersebut menjadi jenuh dan tidak terkendali. Oleh karena itu, kota ini dengan tangan terbuka membuka kesempatan yang sangat besar bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kota ini. Bidang-bidang yang sangat potensial di kota ini diantaranya adalah bidang perhotelan, perbankan, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, pusat wisata belanja dan pusat industri.

Selain memiliki banyak potensi alam, Kota Tasikmalaya juga memiliki berbagai potensi yang belum dikembangkan secara maksimal, misalnya industri bordir yang sudah mendunia, kelom geulis, dan batik tasik, kerajinan mendong, payung geulis dan lain-lain. Sehingga hal ini memerlukan sentuhan tangan para investor-investot baru untuk dapat menggali dan mengoptimalkan potensi yang ada
di Kota Tasikmalaya.
Kota Tasikmalaya, dengan jumlah kecamatan sebanyak 10 kecamatan, yang terdiri dari 69 kelurahan, merupakan salah satu wilayah di Priangan Timur yang memberikan andil yang cukup signifikan terhadap perekonomian Jawa Barat. Dari sisi lain secara geografis letaknya sangat strategis di jalur utama yang menghubungkan Bandung dengan wilayah Priangan Timur dan Jawa Tengah serta menghubungkan antara Kabupaten Garut, Ciamis, dan sekitarnya.

Hal ini tentu saja menjadi keuntungan secara ekonomi bagi Kota Tasikmalaya. Kondisi ini tentu saja menjadi potensi untuk menggerakkan roda perekonomian Kota Tasikmalaya ke arah yang lebih maju.
Berbagai kebijakan makro ekonomi yang diarahkan pada upaya untuk mendorong secara simultanpeningkatan kinerja sektor riil maupun moneter harus tetap dikembangkan. Fenomena perekonomian makro di tingkat nasional sebagaimana yang terjadi, berimplikasi terhadap perekonomian daerah. Kondisi keuangan global yang terjadi, memberikan dampak terhadap para pelaku usaha, rumahtangga, serta menerpa aspek penawaran dan permintaan di Kota Tasikmalaya, meskipun demikian seluruh kategori perekonomian di Kota Tasikmalaya masih mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2016.


B. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB (Tiga Tahun terakhir)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tasikmalaya selama periode 3 (tiga) tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan. PDRB yang dihitung berdasarkan harga berlaku di Kota Tasikmalaya tahun 2015 mencapai Rp.15,23 trilyun, meningkat dari tahun 2014 yang mencapai Rp. 13,62 trilyun dan pada tahun 2013 sebesar Rp.12,29 trilyun. Berikut disajikan PDRB Kota Tasikmalaya atas dasar harga berlaku menurut Lapangan Usaha tahun 2013-2015:

Produk Domestik Regional Bruto Kota Tasikmalaya
Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2013–2015 (Juta Rupiah)



Artikel Kemarin
Next Post »
Thanks for your comment

Popular Posts