Mensyukuri Nikmat Allah |Kewajiban menuntut ilmu




Mensyukuri Nikmat Allah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ اَنْ لَاإِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْن، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ.
.

 Segala puji marilah kita panjatkan kepada Allah SWT.  Yang telah memberikan beribu ribu nikmatnya kepada kita. Sehiingga kita dapat Bermuhajahah dan bersilaturahmi  di tempat yang mulya ini.
Sholawat serta salam semoga di sampaikan kepada nabi habibina nabiyina Muhammad SAW……..
Guru guruku dan Teman-teman yang saya  cintai, hadirin yang berbahagia.
Pada kesempatan yang indah ini perkenankanlah ananda menyampaikan pidato yang berjudul
“MENSYUKURI NIKMAT ALLAH”
Teman-teman, siapa yang tahu arti syukur itu..?
Arti syukur adalah berterima kasih dan memuji si pemberi nikmat yaitu Allah SWT baik secara langsung maupun tidak langsung atas karunia atau kebaikan dari Allah. Pengungkapan rasa syukur meliputi tiga hal yaitu :

Teman-teman…..! ingin tahu„kan?

Yang pertama,
Mengakui nikmat dalam batin. Artinya kita meyakini bahwa apa saja yang telah kita rasakan, baik yang berbentuk jasmani maupun rohani, itu adalah dari Allah SWT.

Adapun yang Kedua adalah membicarakan secara lahir atau lisan yang artinya kita senantiasa mengingat dan menyebut-nyebut kemurahan dan kenikmatan Allah yang telah diberikan kepada kita. Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-Qur‟an surat Ad-Dhuha ayat 11
yang bunyinya “
 وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١ ” yang artinya
”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.”

Teman-teman ingin tahu yang terakhir atau yang ketiga?
Cara besyukur yang ketiga adalah menjadikan nikmat karunia Allah sebagai sarana taat kepada Allah. Faktor pertama dan kedua belum mencapai nilai haqiqi.  apabila faktor yang ketiga ini dapat direalisasikan. Dan hanya orang-orang yang berimanlah yang bisa bersyukur dengan sebaik-baiknya. Merekalah yang tahu hakikat syukur yang sebenarnya. Kalau kita lihat dan perhatikan di sekitar kita, betapa banyak nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada hamba-hamba-Nya. Dari nikmat hidup, sarana prasarana, penunjang, sampai nikmat yang terbesar yaitu nikmat Iman dan Islam. Dan kalaulah kita hitung nikmat Allah niscaya kita takkan mampu menghitungya.
Hal itu karena nikmat Allah sangatlah banyak,
sebagaimana Allah berfirman :

“Wa inn ta‟udduu ni‟matallallohi laatuhsyuuhaa”
yang artinya dan jikalau kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu takkan dapat menghitungnya.”

Hadirin yang rahmati Allah.
Oleh karenanya sepantasnyalah kita selaku hamba Allah yang begitu banyak mendapatkan fasilitas nikmat ini untuk pandai bersyukur atas anugerahnya. Bahkan Rasulullah pun tak henti-hentinya untuk selalu berdo‟a dan berusaha untuk menjadi hamba yang selalu bersyukur.
Hadirin yang di rahmati Allah.
Dengan demikian, jika kita dapat mengamalkan firman Allah tersebut, Allah pasti akan melipatgandakan nikmat-Nya dan menjauhkan adzab-Nya.
Demikian yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan dapat kita amalkan
dalam kehidupan. Amin Yaa Robbal „Alamin.

Billahi taufik wal hidayah, wa ridho wal inayah.
Wasalamu‟alaikum Wr. Wb.

Kewajiban menuntut ilmu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ اَشْرَفِ اْلاَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ إِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ سَيِّدِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أَمَّا بَعْدُ.

puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah yang senantiasa memberikan limpahan  nikmatnya kepada kita.
solawat serta salam semoga di curahkan kepada jungjunan alam ya’ni nabi besar muhammad saw............ beserta keluarga, sahabatnya dan juga kita semua  sebagai umatnya.

bapak-ibu para hadirin rohimakumullah.
berdirinya saya disini ingin menyampaikan, tentang ‘’kewajiban menuntut ilmu’’
teman-teman tau ga apa itu ilmu...........?
ilmu itu adalah cahaya, ………..
kalian tau apa itu cahaya ..........?
cahaya itu adalah sesuatu yang terang,… coba kita bayangkan, betapa gelapnya hidup tanpa cahaya, dan mungkin akan terasa tersiksa,   tentunya kita semua tidak mau berjalan tanpa cahaya alias gelap gulita. begitu juga dengan ilmu, tentunya kita akan merasa tenang dan tentran hidup dengan ilmu, makanya kalau kita ingin hidup bahagia carilah ilmu sebanyak-banyaknya, agar kita tidak tersesat di kemudian hari. sebagaimana rosulullah saw bersabda :


أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ
“Utlubul 'ilma minal mahdi ilal lahdi”
yang artinya :
‘carilah ilmu dari mulai buaian sampai ke liang lahat ’’

para hadirin …………
maka oleh karena itu janganlah kita ragu-ragu untuk mencari ilmu di manapun kita berada baik di sekolah ataupun di tempat-tempat pengajian,
mudah-mudahan kita menjadi orang yang berbahagia di dunia maupun di akhirat, amin......

Mungkin hanya itulah yang dapat saya sampaikan, kebenaran itu datangnya dari allah swt. dan kesalahan  jelas kebodohan saya pribadi.

mohon maaf atas segala kekurangan, bilahi taofiq wal hidayah wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Recent Post 2020

SHARE THIS
Previous Post
Next Post

Translate