Translate

Showing posts sorted by relevance for query satu ayat sehari. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query satu ayat sehari. Sort by date Show all posts

Ngaji Alquran - Satu ayat Sehari 2 (QS alhujorot 13)
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”
(QS alhujorot 13) 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Hadits tentang Fadilah Alquran

2 عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).

Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr. Tirmidzi, DArami, dan Baihaqi) 
Tafsir
Orang yang sibuk menghafal, mempelajari, atau memehami al Qur’an sehingga tidak sempat berdo’a, maka Allah akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada yang Dia berikan kepada orang yang berdo’a. sebagaimana dalam urusan keduniaan, jika seseorang akan membagikan kue atau makanan kepada orang banyak, lalu ia menunjuk seseorang untuk membagikannya, maka bagian untuk petugas yang membagikan itu akan disisihkan lebih dulu. Mengenai ketinggian orang yang selalu sibuk membaca al Qur’an telah disebutkan di dalam hadits lain, bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya pahala yang lebih baik daripada pahala orang yang selalu bersyukur.


Dengar lagi #Ceramah Agama #Ngaji #satu ayat sehari  (more)

Ngaji Alquran - Satu ayat Sehari 2 (QS alhujorot 13)


Ngaji Alquran - Satu ayat Sehari 2 (QS alhujorot 13)
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”
(QS alhujorot 13) 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Hadits tentang Fadilah Alquran

2 عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).

Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr. Tirmidzi, DArami, dan Baihaqi) 
Tafsir
Orang yang sibuk menghafal, mempelajari, atau memehami al Qur’an sehingga tidak sempat berdo’a, maka Allah akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada yang Dia berikan kepada orang yang berdo’a. sebagaimana dalam urusan keduniaan, jika seseorang akan membagikan kue atau makanan kepada orang banyak, lalu ia menunjuk seseorang untuk membagikannya, maka bagian untuk petugas yang membagikan itu akan disisihkan lebih dulu. Mengenai ketinggian orang yang selalu sibuk membaca al Qur’an telah disebutkan di dalam hadits lain, bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya pahala yang lebih baik daripada pahala orang yang selalu bersyukur.


Dengar lagi #Ceramah Agama #Ngaji #satu ayat sehari  (more)


Ngaji Alquran - Satu ayat Sehari
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”

Fadilahnya diantaranya :
1. Kita akan mendapatkan ketenangan
2. Dapat mengobati penyakit
3. Mencerdaskan otak
4. Terhindar dari perbuatan buruk
5. Menambah ilmu dan wawasan
6. Al Quran memberikan petunjuk
7. Mendapat pertolongan dihari kiamat


Dengar lagi #Ceramah Agama #Ngaji #satu ayat sehari  (more)

Ngaji Alquran - Satu ayat Sehari (fadilah mendengarkan al quran)



Ngaji Alquran - Satu ayat Sehari
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”

Fadilahnya diantaranya :
1. Kita akan mendapatkan ketenangan
2. Dapat mengobati penyakit
3. Mencerdaskan otak
4. Terhindar dari perbuatan buruk
5. Menambah ilmu dan wawasan
6. Al Quran memberikan petunjuk
7. Mendapat pertolongan dihari kiamat


Dengar lagi #Ceramah Agama #Ngaji #satu ayat sehari  (more)



Dasar-dasar agama Islam dikenal dengan sebutan Rukun Islam ( Arkan al-Islam ). Rukun Islam ini merupakan sendi-sendi atau ketentuan dasar agama Islam . Dasar-dasar ini disepakati oleh seluruh aliran teologi Islam.

Rukun Islam ini terdiri dari lima poin sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim. Ketika Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, tentang apa yang dimaksud dengan Islam, Nabi menjawab,”Islam ialah bahwa engkau bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, dirikan shalat, keluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan engkau ibadah haji ke Baitullah jika memiliki kemampuan.” ( HR Bukhari – Muslim ).


Kelima rukun Islam tersebut adalah :

  1. Syahadah, pengakuan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.
  2. Shalat, lima kali sehari.
  3. Zakat, mengelurkan sejumlah harta setelah mencapai nishab (batas minimal harta wajib zakat).
  4. Syiyam / Shawum , puasa pada bulan Ramadhan.
  5. Hajj, menunaikan ibadah haji ke Makkah sekali seumur hidup bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk mengerjakannya baik secara fisik maupun secara finansial.

Mereka yang meyakini dan mengerjakan ketentuan-ketentuan dasar  Islam ini disebut Muslim. Sedang mereka yang tidak mengerjakannya ( tetapi tidak mengingkarinya ) empat rukun terakhir, tidak dipandang keluar dari agama Islam.

Syahadat , rukun yang pertama, sangat esensial kedudukannya, karena tanpa syahadat seseorang tidak dapat disebut Muslim.Sudah menjadi kenyataan di masyarakat terdapat sejumlah Muslim tidak mengerjakan rukun Islam ini kecuali Syahadat, tetapi mereka masih tetap Muslim bila tidak mengingkari semua sendi-sendi Islam tersebut.

Rukun Islam yang kedua  , yakni shalat, memiliki kedudukan yang amat penting dalam Islam dan merupakan fondasi yang kokoh bagi tegaknya agama Islam. “Shalat itu tiang agama”, kata Rasulullah SAW. Oleh sebab itu , baik secara spiritual maupun secara hukum, shalat ini sangat penting,  karenanya tidak terdapat alasan yang sah untuk meninggalkan shalat kecuali bagi perempuan  yang haid , sedang pada ketiga rukun berikutnya terdapat sejumlah rukhshah ( dispensasi ).

Shalat harus dilakukan pada waktunya, kita tidak dapat mewakilkan atau diganti dengan yang lain, seperti membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dilakukan, karena ada alasan tertentu.

Rukun ketiga, zakat, yaitu salah satu rukun Islam yang merupakan ibadah kepada Allah SWT dan sekaligus merupakan amal sosial kemanusiaan. Karena pentingnya itu,  di dalam Al-Quran, kata zakat banyak disebut dalam satu rangkaian dengan shalat dalam satu ayat. Ada 26 kata zakat yang selalu dihubungkan dengan shalat. Hal ini menunjukkan betapa penting peran zakat dalam kehidupan umat Islam.

Ayat-ayat Al-Quran yang mencantumkan kata shalat yang diikuti kata zakat diantaranya Surah Al-Baqarah (2) ayat 43, 83, 110; An Nisa (4) ayat 77; Maryam (19) ayat 31 dan 55; An Nur (24) ayat 56; Al Mujadilah (58) ayat 13; Al Muzzammil (73) ayat 20; dan Al Anbiya (21) ayat 73.

Keempat adalah puasa pada bulan Ramadhan. Dalam Al-Quran puasa disebut dengan istilah shiyam dan dalam hadits biasanya menggunakan kata shawm. Masyarakat Sunda menggunakan kata siam atau saum bila berbicara dengan ragam bahasa halus. Untuk ragam bahasa sedang atau kasar biasanya urang Sunda menggunakan kata puasa.

Rukun kelima adalah ibadah haji yang diwajibkan hanya sekali seumur hidup, itu pun bila mampu secara fisik dan finansial untuk melakukannya. Ibadah haji yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah. Karena hukumnya sunnah, maka seorang Muslim / Muslimah harus lebih memprioritaskan hal-hal yang wajib .

Wa Allahu ‘alam bi ash-shawab.




Dasar-dasar agama Islam




Dasar-dasar agama Islam dikenal dengan sebutan Rukun Islam ( Arkan al-Islam ). Rukun Islam ini merupakan sendi-sendi atau ketentuan dasar agama Islam . Dasar-dasar ini disepakati oleh seluruh aliran teologi Islam.

Rukun Islam ini terdiri dari lima poin sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim. Ketika Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, tentang apa yang dimaksud dengan Islam, Nabi menjawab,”Islam ialah bahwa engkau bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, dirikan shalat, keluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan engkau ibadah haji ke Baitullah jika memiliki kemampuan.” ( HR Bukhari – Muslim ).


Kelima rukun Islam tersebut adalah :

  1. Syahadah, pengakuan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.
  2. Shalat, lima kali sehari.
  3. Zakat, mengelurkan sejumlah harta setelah mencapai nishab (batas minimal harta wajib zakat).
  4. Syiyam / Shawum , puasa pada bulan Ramadhan.
  5. Hajj, menunaikan ibadah haji ke Makkah sekali seumur hidup bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk mengerjakannya baik secara fisik maupun secara finansial.

Mereka yang meyakini dan mengerjakan ketentuan-ketentuan dasar  Islam ini disebut Muslim. Sedang mereka yang tidak mengerjakannya ( tetapi tidak mengingkarinya ) empat rukun terakhir, tidak dipandang keluar dari agama Islam.

Syahadat , rukun yang pertama, sangat esensial kedudukannya, karena tanpa syahadat seseorang tidak dapat disebut Muslim.Sudah menjadi kenyataan di masyarakat terdapat sejumlah Muslim tidak mengerjakan rukun Islam ini kecuali Syahadat, tetapi mereka masih tetap Muslim bila tidak mengingkari semua sendi-sendi Islam tersebut.

Rukun Islam yang kedua  , yakni shalat, memiliki kedudukan yang amat penting dalam Islam dan merupakan fondasi yang kokoh bagi tegaknya agama Islam. “Shalat itu tiang agama”, kata Rasulullah SAW. Oleh sebab itu , baik secara spiritual maupun secara hukum, shalat ini sangat penting,  karenanya tidak terdapat alasan yang sah untuk meninggalkan shalat kecuali bagi perempuan  yang haid , sedang pada ketiga rukun berikutnya terdapat sejumlah rukhshah ( dispensasi ).

Shalat harus dilakukan pada waktunya, kita tidak dapat mewakilkan atau diganti dengan yang lain, seperti membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dilakukan, karena ada alasan tertentu.

Rukun ketiga, zakat, yaitu salah satu rukun Islam yang merupakan ibadah kepada Allah SWT dan sekaligus merupakan amal sosial kemanusiaan. Karena pentingnya itu,  di dalam Al-Quran, kata zakat banyak disebut dalam satu rangkaian dengan shalat dalam satu ayat. Ada 26 kata zakat yang selalu dihubungkan dengan shalat. Hal ini menunjukkan betapa penting peran zakat dalam kehidupan umat Islam.

Ayat-ayat Al-Quran yang mencantumkan kata shalat yang diikuti kata zakat diantaranya Surah Al-Baqarah (2) ayat 43, 83, 110; An Nisa (4) ayat 77; Maryam (19) ayat 31 dan 55; An Nur (24) ayat 56; Al Mujadilah (58) ayat 13; Al Muzzammil (73) ayat 20; dan Al Anbiya (21) ayat 73.

Keempat adalah puasa pada bulan Ramadhan. Dalam Al-Quran puasa disebut dengan istilah shiyam dan dalam hadits biasanya menggunakan kata shawm. Masyarakat Sunda menggunakan kata siam atau saum bila berbicara dengan ragam bahasa halus. Untuk ragam bahasa sedang atau kasar biasanya urang Sunda menggunakan kata puasa.

Rukun kelima adalah ibadah haji yang diwajibkan hanya sekali seumur hidup, itu pun bila mampu secara fisik dan finansial untuk melakukannya. Ibadah haji yang kedua dan seterusnya hukumnya sunnah. Karena hukumnya sunnah, maka seorang Muslim / Muslimah harus lebih memprioritaskan hal-hal yang wajib .

Wa Allahu ‘alam bi ash-shawab.




Cara sholat tasbih, sebenarnya sama prakteknya dengan mengerjakan sholat sunat pada umumnya. Yang jadi perbedaan bisa dilihat dari nama sholatnya itu sendiri yaitu pembacaan lafadz tasbih pada bagian-bagian tertentu dalam sholat yang jumlahnya mencapai 300 kali.

Hukum sholat  tasbih
Mayoritas ulama fiqih dari mazhab Syafi'i menyatakan bahwa shalat tasbih ini sunat dikerjakan. Sedangkan mazhab lain ada yang berpendapat bahwa hukumnya sampai derajat boleh dan tidak sunat dengan alasan haditnya dhaif.
BACA JUGA : Luar Biasa Ayat Pengasihan Agar Wajah BerseriManfaat Ayat Seribu Dinar
Waktu dan jumlah rakaat
Tidak ada ketentuan khusus kapan dan sebab shalat tasbih ini dilaksanakan, asalkan tidak dikerjakan pada waktu yang terlarang saja. Waktu yang terlarang melaksanakan shalat sunat adalah setelah shalat ashar dan setelah subuh. Hanya dianjurkan kita bisa melaksanakan shalat tasbih ini minimal satu kali sehari, jika tidak mampu bisa seminggu sekali utamanya pada hari Jumat. Kalau tidak mampu juga, lakukan sebulan sekali saja dan kalau pun tidak mampu, lakukan setahun sekali. Itulah kenapa sebagian para ulama memanfaatkan malam nisfu sya'ban sebagai moment untuk mengingatkan melaksanakan sholat tasbih khususnya pada kaum awam, masa satu tahun sekali saja tidak melaksanakan sholat tasbih pun.

Adapun jumlah rakaat sholat tasbih adalah 4 rakaat. Jika dikerjakan pada malam hari, maka hendaknya dilaksanakan 2 rakaat-2 rakaat. Tapi jika dilaksanakan pada siang hari, lakukanlah 4 rakaat sekaligus dengan satu salam, bisa dengan satu tasyahud atau bisa juga dua tasyahud seperti halnya sholat zhuhur.


Cara Sholat Tasbih





Cara melakukan sholat tasbih
Seperti biasa, setiap melaksanakan sholat harus didahului dengan niat. Untuk niat sholat tasbih, selain niat di dalam hati yang wajib dilakukan, juga sebagian besar ulama fiqih mensunatkannya sambil membaca lafadz niat sholat tasbih. Ini dia lafadz niatnya :

Niat shalat sunat tasbih 2 rakaat :

أصلى سنة التسبيح ركعتين لله تعالى


Ushallii sunnatat tasbiihi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah.

Niat shalat sunat tasbih 4 rakaat :

أصلى سنة التسبيح اربع ركعات لله تعال


Ushallii sunnatat tasbiihi arba'a raka'aatil lillaahi ta'aalaa.
Niat shalat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah.

Selanjutnya setelah takbiratul ihram, langsung membaca iftitah, fatihah,dan surat pendek. Surat pendek yang dibaca dari rakaat 1-4 adalah At Takatsur, Al 'Ashr, Al Kafirun dan Al Ikhlash. Setelah membaca surat pendek sebelum ruku', membaca tasbih terlebih dahulu sebanyak 15 kali. Kemudian ruku' dan membaca dzikir ruku biasanya lalu membaca tasbih 10 kali. Selanjutnya i'tidal serta doanya lalu membaca tasbih 10 kali. Dilanjutkan dengan sujud pertama dan bacaanya lalu membaca tasbih 10 kali. Seterusnya duduk antara dua sujud dan doanya lalu tasbih 10 kali. Lalu sujud ke dua serta doanya lalu membaca tasbih 10 kali. Ketika akan berdiri menuju rakaat ke dua, duduk istirahat dulu dan membaca tasbih 10 kali. Ketika akan berdiri dari duduk istirahat, kita tidak usah membaca takbir lagi, karena tadi sudah dibaca ketika bangkit dari sujud ke dua menuju duduk istirahat. Begitulah seterusnya sampai rakaat ke empat. Kecuali pada rakaat ke empat, tasbih yang terakhir dibaca sebanyak 10 kali pada saat setelah membaca tasyahud sebelum salam. Jadi total tasbih yang dibaca adalah 300 kali.

Bacaan tasbih yang dibaca adalah :

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر

Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laailaaha illallaahu wallaahu akbar.
Maha suci Allah, segala piji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.

Keutamaan shalat tasbih
Dala sebuah hadits riwayat 'Akramah menyatakan bahwa orang yang melaksanakan 4 rakaat shalat tasbih, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lampau dan yang saat ini baik yang disengaja maupun yang tak disengaja, baik dosa yang terlihat maupun dosa yang samar.
dari http://belajar-fiqih.blogspot.com/

Salat Tasbih

Cara sholat tasbih, sebenarnya sama prakteknya dengan mengerjakan sholat sunat pada umumnya. Yang jadi perbedaan bisa dilihat dari nama sholatnya itu sendiri yaitu pembacaan lafadz tasbih pada bagian-bagian tertentu dalam sholat yang jumlahnya mencapai 300 kali.

Hukum sholat  tasbih
Mayoritas ulama fiqih dari mazhab Syafi'i menyatakan bahwa shalat tasbih ini sunat dikerjakan. Sedangkan mazhab lain ada yang berpendapat bahwa hukumnya sampai derajat boleh dan tidak sunat dengan alasan haditnya dhaif.
BACA JUGA : Luar Biasa Ayat Pengasihan Agar Wajah BerseriManfaat Ayat Seribu Dinar
Waktu dan jumlah rakaat
Tidak ada ketentuan khusus kapan dan sebab shalat tasbih ini dilaksanakan, asalkan tidak dikerjakan pada waktu yang terlarang saja. Waktu yang terlarang melaksanakan shalat sunat adalah setelah shalat ashar dan setelah subuh. Hanya dianjurkan kita bisa melaksanakan shalat tasbih ini minimal satu kali sehari, jika tidak mampu bisa seminggu sekali utamanya pada hari Jumat. Kalau tidak mampu juga, lakukan sebulan sekali saja dan kalau pun tidak mampu, lakukan setahun sekali. Itulah kenapa sebagian para ulama memanfaatkan malam nisfu sya'ban sebagai moment untuk mengingatkan melaksanakan sholat tasbih khususnya pada kaum awam, masa satu tahun sekali saja tidak melaksanakan sholat tasbih pun.

Adapun jumlah rakaat sholat tasbih adalah 4 rakaat. Jika dikerjakan pada malam hari, maka hendaknya dilaksanakan 2 rakaat-2 rakaat. Tapi jika dilaksanakan pada siang hari, lakukanlah 4 rakaat sekaligus dengan satu salam, bisa dengan satu tasyahud atau bisa juga dua tasyahud seperti halnya sholat zhuhur.


Cara Sholat Tasbih





Cara melakukan sholat tasbih
Seperti biasa, setiap melaksanakan sholat harus didahului dengan niat. Untuk niat sholat tasbih, selain niat di dalam hati yang wajib dilakukan, juga sebagian besar ulama fiqih mensunatkannya sambil membaca lafadz niat sholat tasbih. Ini dia lafadz niatnya :

Niat shalat sunat tasbih 2 rakaat :

أصلى سنة التسبيح ركعتين لله تعالى


Ushallii sunnatat tasbiihi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah.

Niat shalat sunat tasbih 4 rakaat :

أصلى سنة التسبيح اربع ركعات لله تعال


Ushallii sunnatat tasbiihi arba'a raka'aatil lillaahi ta'aalaa.
Niat shalat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah.

Selanjutnya setelah takbiratul ihram, langsung membaca iftitah, fatihah,dan surat pendek. Surat pendek yang dibaca dari rakaat 1-4 adalah At Takatsur, Al 'Ashr, Al Kafirun dan Al Ikhlash. Setelah membaca surat pendek sebelum ruku', membaca tasbih terlebih dahulu sebanyak 15 kali. Kemudian ruku' dan membaca dzikir ruku biasanya lalu membaca tasbih 10 kali. Selanjutnya i'tidal serta doanya lalu membaca tasbih 10 kali. Dilanjutkan dengan sujud pertama dan bacaanya lalu membaca tasbih 10 kali. Seterusnya duduk antara dua sujud dan doanya lalu tasbih 10 kali. Lalu sujud ke dua serta doanya lalu membaca tasbih 10 kali. Ketika akan berdiri menuju rakaat ke dua, duduk istirahat dulu dan membaca tasbih 10 kali. Ketika akan berdiri dari duduk istirahat, kita tidak usah membaca takbir lagi, karena tadi sudah dibaca ketika bangkit dari sujud ke dua menuju duduk istirahat. Begitulah seterusnya sampai rakaat ke empat. Kecuali pada rakaat ke empat, tasbih yang terakhir dibaca sebanyak 10 kali pada saat setelah membaca tasyahud sebelum salam. Jadi total tasbih yang dibaca adalah 300 kali.

Bacaan tasbih yang dibaca adalah :

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله الله اكبر

Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laailaaha illallaahu wallaahu akbar.
Maha suci Allah, segala piji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.

Keutamaan shalat tasbih
Dala sebuah hadits riwayat 'Akramah menyatakan bahwa orang yang melaksanakan 4 rakaat shalat tasbih, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lampau dan yang saat ini baik yang disengaja maupun yang tak disengaja, baik dosa yang terlihat maupun dosa yang samar.
dari http://belajar-fiqih.blogspot.com/



Berbakti kepada Orang Tua

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمٍّد وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـَرحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـِريْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي ...أَمَّـا بَعْد
Segala puji marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT.  Yang telah memberikan beribu ribu  nikmatnya kepada kita. Sehiingga kita dapat berkumpul  di tempat yang mulya ini.
Sholawat serta salam semoga di sampaikan kepada nabi kita Muhammad SAW……..

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Kewajiban itu telah Allah perintahkan sebagaimana firman-Nya dalam Kitabullah yang mulia :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Yang artinya
 “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu”[QS. An-Nisaa ayat 36].


Kita diwajibkan menghormati mereka, tidak menyusahkan mereka, serta tidak melawan mereka. Bahkan,….kita diharamkan untuk berkata “ah” kepada orang tua apabila diperintah mengerjakan sesuatu.

Allah telah berfirman dalam QS. Al-Israa ayat 23 yang bunyinya :
فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا
Yang artinya
 “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia”.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman yang di mulyakan Allah
Jika kita perhatikan ayat yang telah saya bacakan tadi. Jika perkataan “ah” saja tidak diperbolehkan, maka bagaimana halnya jika kita mengatakan kata-kata kasar terhadap ibu dan bapak kita ?  Atau bahkan memukul mereka ? Kita tidak boleh mencontoh perilaku orang-orang kafir yang sering muncul di tivi-tivi dan di majalah-majalah yang menyebutkan kedurhakaan mereka terhadap orang tua.

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
Ridlar-rabbi fii ridlal-waalidi, wa sukhthur-rabbi fii sukhthil-waalidi
“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua, dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua”.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


Adab dalam berpakaian

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمٍّد وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـَرحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـِريْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي ...أَمَّـا بَعْد
.
Puji sukur marilah kita panjatkan kepada ilahi Robi yang telah menjadikan kita pemimpin, serta mahluk yang paling sempurna di muka bumi ini, serta kenikmatan yang senantiasa kita rasakan setiap hari.
Solawat dan salam mudah mudahan tercurahkan kepada syayidul alam,  pemimpin umat, rosulullah Muhammad SAW…………

Bapak, Ibu, dan teman-teman yang saya hormati, saya  akan  menyampaikan uraian hikmah tentang Pentingnya Belajar Shalat.
 Segala puji bagi Allah yang telah memberikan limpahan rahmat kepada kita semua.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rosulullah SAW……………
Bapak/ibu dan teman teman sekalian
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan  tentang adab berpakaian.

Allah berfirman di dalam Al Qur’an yang artinya:
‘’Pakailah pakaian kamu yang baik-baik setiap memasuki masjid, makanlah, minumlah, dan jangan berlebihan.’’
bapak dan ibu  yang saya hormati.
Di dalam semua hal, adab harus kita junjung tinggi, baik itu adab makan, minum, bahkan berpakaian pun ada adabnya, nah,  oleh karena itulah agama islam disebut agama yang beradab bukan biadab. Adab berpakaian di antaranya,
Yang pertama
Kalau kita umpamanya memakai baju, mulailah dengan membaca bismillah…….. sesudahnya dibaca alhamdulillahirobbillllalamin.
Dimulakan dengan Bismillah, Disudahi dengan Alhamdulillah
Begitulah sehari dalam hidup kita, Mudah-mudahan dirahmati Allah
Dan yang kedua
Kebersihan harus selalu diperhatikan, ini kadang-kadang sudah satu minggu tidak dicuci-cuci pakaiannya. Itupun memakainya dicampur parfum lima botol, tambah bau, akhirnya orang kalau mendekatinya batuk-batuk, ….
Dan yang ketiga
Jangan berlebihan, mentang-mentang ayahnya pengusaya sukses, dibelikan baju yang harganya mahal, bahkan giginyapun diganti dengan emas, dan kalau makan itu langsung ditelan kluk.
Nah kemudian yang keempat
Harus sesuai pada tempatnya, ini tidak.
Ada pula sitogar, sudah ganteng dengan pecinya, sudah ganteng tetapi pakai rok mini pula di bawah.
Nah laki-laki tidak boleh memakai pakain perempuan, dan perempuan tidak boleh memakai pakaian laki-laki.
Dan yang terakhir adalah Menutup aur4t.
Aur4t laki-laki mulai dari pusat sampai lutut.
Aurat perempuan seluruh tubuh, kecuali, muka dan telapak tangan.

Oleh karena itu teman-teman, mari kita junjung tinggi adab, terutama, yang dianjurkan di dalam Al Qur’an nul karim, yang ditetapkan di dalam agama kita, yaitu agama islam.
Mungkin hanya inilah yang dapat saya sampaikan.kurang dan Lebihnya saya mohon maaf.
Wabillahi taofiq wal hidayah, Wassalamu’ alaikum wr. wb.............

Recent Post 2020

Berbakti kepada Orang Tua | Adab dalam berpakaian



Berbakti kepada Orang Tua

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمٍّد وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـَرحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـِريْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي ...أَمَّـا بَعْد
Segala puji marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT.  Yang telah memberikan beribu ribu  nikmatnya kepada kita. Sehiingga kita dapat berkumpul  di tempat yang mulya ini.
Sholawat serta salam semoga di sampaikan kepada nabi kita Muhammad SAW……..

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Kewajiban itu telah Allah perintahkan sebagaimana firman-Nya dalam Kitabullah yang mulia :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Yang artinya
 “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu”[QS. An-Nisaa ayat 36].


Kita diwajibkan menghormati mereka, tidak menyusahkan mereka, serta tidak melawan mereka. Bahkan,….kita diharamkan untuk berkata “ah” kepada orang tua apabila diperintah mengerjakan sesuatu.

Allah telah berfirman dalam QS. Al-Israa ayat 23 yang bunyinya :
فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا
Yang artinya
 “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia”.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman yang di mulyakan Allah
Jika kita perhatikan ayat yang telah saya bacakan tadi. Jika perkataan “ah” saja tidak diperbolehkan, maka bagaimana halnya jika kita mengatakan kata-kata kasar terhadap ibu dan bapak kita ?  Atau bahkan memukul mereka ? Kita tidak boleh mencontoh perilaku orang-orang kafir yang sering muncul di tivi-tivi dan di majalah-majalah yang menyebutkan kedurhakaan mereka terhadap orang tua.

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
Ridlar-rabbi fii ridlal-waalidi, wa sukhthur-rabbi fii sukhthil-waalidi
“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua, dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua”.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


Adab dalam berpakaian

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمٍّد وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـَرحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـِريْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي ...أَمَّـا بَعْد
.
Puji sukur marilah kita panjatkan kepada ilahi Robi yang telah menjadikan kita pemimpin, serta mahluk yang paling sempurna di muka bumi ini, serta kenikmatan yang senantiasa kita rasakan setiap hari.
Solawat dan salam mudah mudahan tercurahkan kepada syayidul alam,  pemimpin umat, rosulullah Muhammad SAW…………

Bapak, Ibu, dan teman-teman yang saya hormati, saya  akan  menyampaikan uraian hikmah tentang Pentingnya Belajar Shalat.
 Segala puji bagi Allah yang telah memberikan limpahan rahmat kepada kita semua.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rosulullah SAW……………
Bapak/ibu dan teman teman sekalian
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan  tentang adab berpakaian.

Allah berfirman di dalam Al Qur’an yang artinya:
‘’Pakailah pakaian kamu yang baik-baik setiap memasuki masjid, makanlah, minumlah, dan jangan berlebihan.’’
bapak dan ibu  yang saya hormati.
Di dalam semua hal, adab harus kita junjung tinggi, baik itu adab makan, minum, bahkan berpakaian pun ada adabnya, nah,  oleh karena itulah agama islam disebut agama yang beradab bukan biadab. Adab berpakaian di antaranya,
Yang pertama
Kalau kita umpamanya memakai baju, mulailah dengan membaca bismillah…….. sesudahnya dibaca alhamdulillahirobbillllalamin.
Dimulakan dengan Bismillah, Disudahi dengan Alhamdulillah
Begitulah sehari dalam hidup kita, Mudah-mudahan dirahmati Allah
Dan yang kedua
Kebersihan harus selalu diperhatikan, ini kadang-kadang sudah satu minggu tidak dicuci-cuci pakaiannya. Itupun memakainya dicampur parfum lima botol, tambah bau, akhirnya orang kalau mendekatinya batuk-batuk, ….
Dan yang ketiga
Jangan berlebihan, mentang-mentang ayahnya pengusaya sukses, dibelikan baju yang harganya mahal, bahkan giginyapun diganti dengan emas, dan kalau makan itu langsung ditelan kluk.
Nah kemudian yang keempat
Harus sesuai pada tempatnya, ini tidak.
Ada pula sitogar, sudah ganteng dengan pecinya, sudah ganteng tetapi pakai rok mini pula di bawah.
Nah laki-laki tidak boleh memakai pakain perempuan, dan perempuan tidak boleh memakai pakaian laki-laki.
Dan yang terakhir adalah Menutup aur4t.
Aur4t laki-laki mulai dari pusat sampai lutut.
Aurat perempuan seluruh tubuh, kecuali, muka dan telapak tangan.

Oleh karena itu teman-teman, mari kita junjung tinggi adab, terutama, yang dianjurkan di dalam Al Qur’an nul karim, yang ditetapkan di dalam agama kita, yaitu agama islam.
Mungkin hanya inilah yang dapat saya sampaikan.kurang dan Lebihnya saya mohon maaf.
Wabillahi taofiq wal hidayah, Wassalamu’ alaikum wr. wb.............

Recent Post 2020