Cara Merawat M1ss V


Bagi seorang wanita, merawat dan menjaga penampilan sangatlah penting. dan tidak heran wanita rela melakukan apa saja demi merawat dan menjaga penampilannya mulai dari rambut, wajah, bentuk badan ataupun buah dada.

Tetapi ada satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk tetap dijaga dan dirawat oleh seorang wanita. Yah, bagian kewanitaannya atau dengan panggilan yang sudah dikenal yaitu m1$$ v.

M1$$ v yang sehat identik dengan m1$$ v yang bersih, keset, wangi dan rapat, nah pada pembahasan kali ini akan dipaparkan merawat m1$$ v secara keseluruhan, terutama bagi yang sudah berpasangan agar pasangan anda semakin c1nt4 dan ‘betah’ di rumah.

Bagi kita kaum perempuan, merawat m1$$ v sangatlah penting dilakukan, mulai dari menjaga kebersihannya. So, kita sebagai perempuan wajib untuk mengetahui bagaimana cara merawat m1$$ v secara baik dan tepat. Bagi yang belum berumah tangga atau masih p3r4wan, merawat kebersihan miss v sangatlah penting agar terhindar dari masalah penyakit bagian kew4nitaan kita.

Pertama, bagian m1$$ v yang perlu dibersihkan hanya bagian vulv4, termasuk labira mayora dan minora (bibir V46in4 luar dan dalam, yang besar maupun yang kecil). Bagian dalam m1$$ v (mulai dari lub4ng hingga masuk ke dalam tubuh) mampu membersihkan dirinya sendiri. Demikian kata Jessica Shepherd, MD, pakar kebidanan dan kandungan University of Illinois di Chicago. Tak perlu mengutak-atik bagian dalam agar tak merusak flora m1$$ v.

Kedua, m1$$ v seharusnya punya pH antara 3,5-4,5. Ini harus dijaga agar flora yang baik tetap hidup dan jamur serta bakteri “enggan mampir”. Ketika Anda membersihkan m1$$ v dengan cairan pembersih tubuh yang mengandung parfum (pH antara 7-8), berarti Anda sudah merusak pH normal m1$$ v. Ini bisa menyebabkan gatal-gatal, iritasi, dan bau tak sedap. “Pembersih tanpa pewangi adalah pilihan terbaik karena tidak mengandung zat yang berpotensi menyebabkan iritasi,” kata Sheperd.

Selain itu, sabun padat lebih baik dari sabun cair karena tidak mengandung alkohol setinggi sabun cair. Namun, yang terbaik adalah pembersih khusus dengan pH 3,5-4, tidak berpewangi, dan tidak mengandung alkohol. Pasang mata jika ada perubahan pada v46in4 berupa gatal, kering, atau cairan kental tak wajar. Mungkin itu infeksi jamur.

Ketiga, perhatikan frekuensi. Jika frekuensi Anda membersihkan m1$$ v  kurang, mungkin masih ada sisa keringat dan sekresi yang tersisa. Jika m1$$ v  dibersihkan secara berlebihan, Anda bisa mengganggu keseimbangannya.

Membersihkan m1$$ v dengan tangan juga lebih baik ketimbang memakai loofah. Tekstur loofah bisa membuat luka dan jika pasangan Anda berisiko penyakit menular s3k$u4l , itu mudah menular lewat luka tadi. Bersihkan m1$$ v  satu atau dua kali sehari sudah cukup.

Keempat, keringkan dengan saksama menggunakan handuk yang bersih dan lembut. Jangan digosok-gosok, cukup tempelkan handuk sampai area 1nt1m Anda benar-benar kering. Jaga area 1nt1m tetap kering dengan mengganti panty liner atau c3lan4 dalam dua hingga tiga kali sehari dalam kondisi normal.

Setelah buang air kecil, cuci m1$$ v  dengan air bersih, lalu langsung keringkan. Perhatikan arah basuh d u b ur setelah buang air besar, jangan dari belakang ke depan. Itu sama saja Anda menyebarkan kuman dari dubur ke m1$$ v.
Lhat Artikel Terkait lainya :



Previous
Next Post »
Thanks for your comment